كَانَ إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ كُلَّ لَيْلَةٍ جَمَعَ كَفَّيْهِ ثُمَّ نَفَثَ فِيهِمَا فَقَرَأَ فِيهِمَا ( قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ) وَ ( قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ ) وَ ( قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ ) ثُمَّ يَمْسَحُ بِهِمَا مَا اسْتَطَاعَ مِنْ جَسَدِهِ يَبْدَأُ بِهِمَا عَلَى رَأْسِهِ وَوَجْهِهِ وَمَا أَقْبَلَ مِنْ جَسَدِهِ يَفْعَلُ ذَلِكَ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ
Dari artikel 'Adab Islami Sebelum Tidur — Muslim.Or.
كَانَ إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ كُلَّ لَيْلَةٍ جَمَعَ كَفَّيْهِ ثُمَّ نَفَثَ فِيهِمَا فَقَرَأَ فِيهِمَا ( قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ) وَ ( قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ ) وَ ( قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاس ) ثُمَّ يَمْسَحُ بِهِمَا مَا اسْتَطَاعَ مِنْ جَسَدِهِ يَبْدَأُ بِهِمَا عَلَى رَأْسِهِ وَوَجْهِهِ وَمَا أَقْبَلَ مِنْ جَسَدِهِ يَفْعَلُ ذَلِكَ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ
كَانَ إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ كُلَّ لَيْلَةٍ جَمَعَ كَفَّيْهِ ثُمَّ نَفَثَ فِيهِمَا فَقَرَأَ فِيهِمَا ( قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ) وَ ( قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ ) وَ ( قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ ) ثُمَّ يَمْسَحُ بِهِمَا مَا اسْتَطَاعَ مِنْ جَسَدِهِ يَبْدَأُ بِهِمَا عَلَى رَأْسِهِ وَوَجْهِهِ وَمَا أَقْبَلَ مِنْ جَسَدِهِ يَفْعَلُ ذَلِكَ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ
Dari artikel 'Adab Islami Sebelum Tidur — Muslim.Or.Id'
~ Yang dimaksudkan dengan meniup di sini dengan mulut, tidak sama dengan tifl, karena tifl adalah menghembuskan udara dari mulut yang disertai dengan sedikit percikan ludah.
~ Al-Qodhi Iyadh r.a menjelaskan, "Faedah dari meniup ini adalah mengambil berkah dengan udara yang
tersentuh oleh bacaan dzikir. Sedangkan Ibnu Baththol mengatakan, "Doa-doa permohonan perlindungan (Mu'awwidzat) diatas berisi himpunan doa. Jelas bahwa kebanyakan hal yang tidak kita sukai adalah berasal dari sihir, hasad (dengki), serta kejahatan setan dan godaannya. Oleh karena itu Nabi mencukupkan diri dengan bacaan-bacaan itu'."
B. Seram nya Alam Kubur
~ Dari Hani' Maula Utsman berkata bahwa ketika Usman bin Affan berdiri didepan kuburan, beliau menangis hingga air matanya membasahi jenggotnya. Lalu dikatakan kepadanya, "diceritakan kepadamu tentang Surga dan Neraka kamu tidak menangis, tetapi kamu menangis dari ini". Maka beliau berkata kepada Rasulullah SAS bersabda,
إِنَّ الْقَبْرَ أَوَّلُ مَنْزِلٍ مِنْ مَنَازِلِ الْآخِرَةِ فَإِنْ نَجَا مِنْهُ فَمَا بَعْدَهُ أَيْسَرُ مِنْهُ وَإِنْ لَمْ يَنْجُ مِنْهُ فَمَا بَعْدَهُ أَشَدُّ مِنْهُ قَالَ وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا رَأَيْتُ مَنْظَرًا قَطُّ إِلَّا الْقَبْرُ أَفْظَعُ مِنْهُ
Artinya : "Kuburan adalah awal rintangan dari beberapa rintangan alam akhirat. Jika selamat dialam itu maka setengah nya lebih mudah, dan jika tidak selamat maka setelahnya lebih susah". Kemudian beliau berkata bahwa Rasulullah SAS bersabda, Aku tidak pernah melihat suatu pemandangan, melainkan kuburan itu lebih buruk dari dari segalanya.” (Hasan, HR. Ahmad Shahihul Jami’ No.5623)
~ Abu Umamah al-Bahili berkata, "Sesungguh nya kalian pada pagi dan petang berada dalam hunian yang meraup kebaikan dan keburukan. Dan hampir-hampir kalian akan pergi meninggalkannya menuju hunian lain yaitu kuburan, suatu hunian yang sangat menyeramkan dan rumah yang sangat gelap tempat tinggal yang sangat sempit kecuali yang diluaskan Allah, kemudian kalian akan dibangkitkan pada hari kiamat (Majmu Rasail Ibnu Rajab, Risalah ahwalul kubur, hal.258)
~ Umar bin Abdul Aziz berkata kepada salah seorang pendamping nya, "Wahai Fulan, aku tadi malam tidak bisa tidur karena merenungkan sesuatu." Dia berkata, "Apa yang kau renungkan, wahai Amirul Mukminin?" Beliau menjwab, "Aku sedang merenungkan kuburan dan penghuninya. Jika kamu menyaksikan mayat pada hari ketiganya di dalam kubur, niscaya kamu akan mendapatkan suatu bentuk sangat mengerikan walaupun sebelum mati dia sangat menawan hati. Kamu menyaksikan suatu hunian penuh dengan binatang-binatang yang menyeramkan, badan yang mulai menggembung dan bernanah yang dibuat santapan cacing tanah, sedang tubuh mulai membusuk, kain kafan mulai hancur, sementara dahulu didunia penampilannya sangat menawan, aroma tubuh nya sangat semerbak wangi dengan parfum dan pakaiannya sangat bersih dan indah. " Setelah itu beliau tersungkur pingsan (Kitab Majmu Rasail Ibnu Rajab, Risalah Ahwalul Qubur, hal 290)
~ Dari Yahya bin abu Katsir bahwa Abu Bakar r.a pernah berkhutbah, "Dimanakah mereka yang berwajah rupawan, yang bangga dengan usia remajanya, yang silau dengan keperkasaannya, namun hal itu tidak pernah dipersembahkan untuk peperangan? Dimanakah mereka yang telah membangun kota-kota besar yang dilindungi dengan benteng-benteng yang kokoh? semuanya telah ditelan oleh masa dan semuanya akan menuju kepada gelapnya kuburan."~ Umar bin Dzar berkata, “Andaikata orang yang sehat wal’afiyat mengetahui tubuh penghuni alam kubur hancur lebur (dimakan cacing tanah), maka mereka akan sungguh-sungguh dan serius selama berada di dunia karena takut pada suatu hari, di mana hati dan mata tercengang karena ketakutan.”
~ Abu Abdurahman al-Umari al-Abid berkata, “Wahai para pemilik istana-istana yang megah! Ingatlah gelapnya hiburan yang menyeramkan, wahai orang-orang yang bergelimang kenikmatan dan kelezatan, ingatlah cacing tanah, darah campur nanah dan hancurnya jasad bersama tanah.”
Sekiaan dulu ya informasi dari akuu , and maaf kan Saya kalo ada tutur kata yang salah atau pun kurang berkenan di hati para Pembaca , Semoga Bermanfaat :D thankss , Jumpa di blogg selanjut nya, :D
#nek gawe :D *Byee*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar